ternyata, menjaga hati bukanlah sesuatu yang mudah seperti yang aku bayangkan. aku sombong karena menganggap bahwa aku akan dengan mudah menjaga hati. ternyata aku salah. karena kesombongan itu ternyata semakin membuat aku terpuruk dan terjerumus semakin dalam. tak tau aku harus lari kemana untuk menghindar. berusaha untuk menyakinkan diri bahwa ini tidak benar. bahwa ada yang menggantikan-Nya di hatiku. ingin menyangkal bahwa tak ada yang lain. tapi hati berkata lain. dia terlanjur tenggelam dalam laut yang seharusnya tak aku selami. lalu, bagaimana aku harus kembali? sedangkan tak ada kail nelayan yang tersesat dalam laut ini?karena memang tak ada ikan yang berani berenang disini.
sebuah awal yang melenakan. bermain-main ditepinya. mengikuti arus laut yang begitu tenang. berfikir aku tak akan terbawa arus ini. semakin lama, air terasa semakin sejuk. tak terasa asin yang terbawa dan mengendap dalam laut. dan aku pun semakin jauh masuk ke dalamnya. tak sadar akan apa yang menanti ku disana. hanya tertawa mendengar peringatan burung camar yang melintas. dan ketika kini aku berada di dasar kesombongan ku, aku tersadar. dan bagaimana aku harus kembali? mencari celah yang mungkin dapat aku daki. mencari jalan untuk kembali. namun jejak ku telah terhapus oleh ombak yang membawa ku pergi. haruskah aku tetap disini? berharap ada nelayan rela membuang kailnya dalam laut tak ber-ikan.
Kini ketika aku ingin kembali, camar-camar itu pun meninggalkan ku dalam keterpurukan. menertawakan aku yang tertinggal pada laut yang ta lagi memiliki tepi untuk ku kembali.
Sebenernya, udah dari kemaren-kemaren aku mau ngomong ini. Tapi aku belum nemuin kata-kata yang tepat buat ngegambarin perasaan aku sekarang. Dan sekarang, aku baru aja nemuin, kata yang pas buat itu. Aku nggak mau nyakitin kamu. Aku nggak ada maksud gantungin harapan kamu. Tapi aku harus ngomong ini. Aku takut nyakitin kamu, tapi aku lebih takut buat DIA marah sama aku. Aku ngerasa selama ini, aku jauh dari DIA. Dan DIA pasti marah sama aku, cuz kita udah “kelewatan”. Sekarang aku pengen nebus kesalahanku ke DIA. Aku pengen selalu dekat ke DIA. Aku seneng pas sama kamu. Tapi rasa seneng itu ngebuat aku gelisah, takut, was-was, dan merasa selalu dilihat dengan tatapan menyalahkan dari orang-orang. Aku seneng sama perhatian kamu, tapi perhatian kamu ngebuat aku lupa sama perhatian DIA yang begitu besar. Aku seneng kamu nglindungin aku, tapi ternyata DIA lebih-lebih nglindungin aku. Bahkan mungkin, kamu nggak sadar kalo DIA nglindungin kamu juga, perhatian ke kamu juga.
Sungguh, aku nggak pengen buat kamu sakit. Tapi jalan kita ini salah. Dan semua yang pernah terjadi sama kita juga salah. Kamu udah baik banget sama aku, kamu udah ngasih banyak banget ke aku, sayangmu, perhatianmu, dan semuanya. Padahal aku nggak ngasih apa-apa ke kamu. Tapi kamu belum bisa “jaga” aku. Dan ternyata selama ini aku udah mengabaikan “penjagaan-NYA”. Dan aku nyesel untuk itu. Aku banyak ditampar sama DIA, aku banyak dipermalukan sama DIA. Dan sekarang aku sadar, tamparan dan malu yang DIA lakuin ke aku, itu karena DIA “care” sama aku, karena DIA peduli sama aku, karena DIA pengen deket ke aku dengan keadaanku yang hina sekarang. Setelah aku sadar, ternyata banyak hal yang aku lakuin begitu rendah selama ini. Aku ingin mendekat pada-NYA sejengkal, karena DIA akan mendekat ke aku sedepa. Aku ingin mendekat pada-NYA dengan berjalan, karena DIA akan mendekat padaku dengan berlari. Kamu tau, DIA sangat-sangat-sangat sayang sama aku. Begitu pula sama kamu.
Aku nggak mau jadi “berhala” yang ngegantiin posisi DIA di hati kamu. Dan aku juga nggak mau kamu jadi “berhala” yang ngegantiin posisi DIA di hati aku.
ketika hati berkata tidak
takkan ada yang bisa memaksanya untuk mengiyakan
namun kadang lidah dapat saja menyalahi hati
ketika dia tak ingin orang lain terluka karena hatinya
sekuat apa pun hati ingin mengutarakan apa yang dirasakan
hingga akhirnya…
hati lah yang menanggung segala luka
walaupun lidah tetap saja menyembunyikannya pada tabir
hingga tak ada seorang pun tahu bahwa di dalam sana ada yang terluka dan terpuruk
menangis meratap memohon untuk di dengar
hingga akhirnya dia sadar
hanya satu yang pasti dan akan selalu mendengarkannya
mendengar jeritan nya
mendengar segala keluh dan kesah nya
Dia dan HANYA DIA
TUHAN YANG MAHA MENDENGAR JERITAN HATI HAMBANYA
^^
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
—ika sofiana
—saung IT TELKOM, 31 Desember 2009
ketika hati tak lagi dapat merasa
ketika raga tak lagi mampu berdiri
ketika mata tak lagi mampu mengeluarkan airnya
kepada siapa harus aku bersandar
jika bukan PadaNya??
ketika hati berbunga ceria
ketika raga membusungkan dada
ketika mata mengalirkan airnya karena bahagia
kepada siaoa harus bermanja
jika bukan Pada-Nya??
tapi…
kau lebih memilih bercengkrama dengan sesama makhluk
yang bahkan tidak dapat memberimu kekuatan
barang segengam??
Lantas…
jika suatu ketika nanti
Dia tak lagi percayakan raga ini pada mu
pada siapa kamu akan mengadu??
jika suatu hari nanti
Dia tak lagi mempedulikan mu
pada siapa kamu akan meminta pertolongan??
menjadi baik adalah kewajiban bagi setiap orang yang mempunyai hati. aku pun begitu, berusaha untuk selalu menjadi seseorang yang baik dan berguna bagi sekitar. Namun, mungkin apa yang aku lakukan tidak sebaik yang aku pikirkan. Ketika kemudian aku menyaksikan wajah teman-teman ku terlipat karena aku. Ketika kemudian banyak keluh dan kesah yang tertinggal dibelakangku. Jujur aku bukan seseorang yang memiliki inisiatif tinggi. Aku ga akan sadar kalo aku salah sebelum ada yang secara langsung maupun tidak langsung mengingatkan ku. Kata sebagian orang, perempuan lebih sensitif dibandingkan dengan laki-laki. Namun, mungkin aku bukan salah satu dari mereka. Aku bukan perempuan yang sensitif seperti kebanyakan perempuan yang lain. Dan mungkin juga aku ga bisa disebut sebagai sahabat yang baik bagi orang-orang terdekatku. Aku ga tau gimana caranya menjaga mereka. Aku ga tau gimana caranya mengerti perasaan mereka. Aku ga tau caranya menunjukkan bahwa aku sayang mereka. Aku ga tau caranya gimana aku harus menghibur mereka ketika mereka sedih. Aku ga tau gimana caranya ikut merasakan kebahagiaan atau kesedihan yang mereka rasakan. Aku ga bisa memahami mereka. Semakin lama aku bersama mereka, semakin banyak luka yang aku tinggalkan di hati mereka. Aku sendiri ga ngerti sebenernya aku siapa.
Aku pengen ngeliat temen-temen ku, sahabat-sahabat ku selalu nyaman kalau aku ada. Aku pengen ngerti dan memahami perasaan mereka. Aku pengen merasakan apa yang mereka rasakan. Aku pengen menjadi tempat bersandar saat mereka membutuhkan bahu untuk bersandar. Aku pengen menghapus air mata dan mengobati luka hati mereka ketika mereka sedih. Tapi, justru… Aku yang lebih banyak menyakiti hati mereka. T.T
Lantas, apa pantas aku disebut sebagai sahabat?????
ketika apa yang aku lakukan membuat yang lain terluka??
Lantas, apa pantas aku disebut sebagai sahabat????
ketika aku bahkan tidak mengenal mereka lebih baik dari pada orang yang mungkin tidak lebih dekat??
kadang aku merasa aku tidak berguna. tema macam apa yang tega membiarkan sahabatnya terluka? bahkan untuk orang-orang terdekatku saja aku tidak memberikan manfaat. ada atau tidak aku di dunia ini tidak akan terlalu berpengaruh. aku ingin menjadi orang yang berguna bagi sekitarku. aku ingin menjadi orang yang -paling ngga- berguna bagi diriku sendiri. bahkan aku tidak berguna bagi diriku. aku tidak bisa menjaga diriku sendiri. aku seolah menyia-nyiakan apa yang aku punya. jasad ku, jiwaku, pikiran ku, tenaga ku, waktu ku… terserak sia-sia. bagaimana aku harus bertanggung jawab kelak??
Ya Rabb..
aku pengen nangis euy..
aku ga tau apa yang aku rasain..
aku pengen ngilang aja.
semakin lama bukannya semakin bener
aku malah semakin ga bener..
aku malu Ya Rabb..
ga ngerti mesti ngomong ke siapa selain sama Engkau..
Ya Rabb..
orang bisa berubah kan?
tapi ko aku susah banget berubah ya??
Engkau ga nutup mata hati ku kan??
Engkau masih sayang sama aku kan??
Ya Rabb..
apakah ini bagian dari ujian mu??
ko aku ga lulus” tapi ya???
kadang” aku pengen berenti dari semua ini Ya Rabb..
dari jalan ini..
tapi apa yang aku bisa buat kalo gitu??
aku bahkan ga bisa menyampaikan kalam Mu..
aku tu pengen jalan bareng yang lain..
tapi kadang aku mikir., ko cuma aku yang kaya gini ya??
Maaf kalo saya suudzon Ya Rabb..
tapi aku ngerasa ga ada yang ngedukung aku.
aku suka suudzon juga ma diriku sendiri..
Ya Rabb..
aku tau ini salah ku..
aku tau banget aku ga seharus nya begini..
tapi aku selalu kalah sama keadaan.
aku selalu kalah sama ujian Mu Ya Rabb..
apa aku bisa berubah Ya Rabb???
atau mungkin karena aku ga sungguh”??
Ya Rabb..
apa pintu ampunan Mu masih terbuka untuk ku??
tidak seharusnya aku memulai sesuatu yang tidak bisa aku akhiri..
Ya Rabb.. aku pengen kembali..
aku pengen kembali..
T.T
apa memang aku harus sendiri?
aku rasa otak ku semakin tumpul..
aku jadi mikir,, apa aku pantas dengan amanah ini Ya Rabb??
aku tau Engkau tau apa yang aku pikirkan Ya Rabb.
aku hanya ga tau gimana cara aku berkomunikasi dengan baik
dengan Mu..
aku hanya ga tau gimana cara berdoa kepada Mu..
aku tau Engkau dekat dengan ku,..
bahkan lebih dekat dari urat nadiku..
tapi aku belum bisa merasakan Mu
Ya Rabb..
maaf kan aku..
ampuni aku..
apa yang harus aku lakukan setelah ini Ya Rabb??
aku kehilangan diriku..
T.T
kadang aku ga ngerti sama jalan pikir temen-temen ku
aneh aja gitu
ya mungkin karena belum paham kali ya
tapi kan,, sebenernya siapa juga tahu
apa lagi udah segini gedhe kan ya
dan yang jelas pasti juga pernah dikasi tau
minimal ngedenger
yang bikin aku tambah ga ngerti
kadang beliau nya tau kalo itu salah
tapi dengan segala alasan dan pembenaran
dia tetep aja ngelakuin sesuatu yang harusnya dia tau itu salah
aku ngomong -ups.. nulis- gini bukan berati aku juga udah bener
tapi paling ga aku berusaha buat meredam keinginan untuk berbuat salah
apalagi sesuatu yang udah ketauan kalo itu salah
#kalobelum tau kan wajar ya
ya walaupun perbuatan kecil
tapi bukankah justru yang kecil dan sering kita sepelekan tersebut yang nantinya akan menjatuhkan kita sejatuh-jatuhnya?
terlalu hipokrit kah aku??
entahlah.. mungkin memang begitu..
tapi kan, kalo gitu dibilang hipokrit,
kapan mau berubahnya kan ya?
sebenernya yang penting usaha nya aja dulu
masalah hasil belakangan.. begitu bukan???
tapi ga berarti juga usaha melulu tapi ga ada konkretisasi nya..
-opoo meneh kuwi??-
gimana ngingetinnya aku juga bingung
kenapa??
karena aku ga tau caranya.. hehehe.. -ga jelas-
ya gitu deh..
jadi gimana????????????
any suggestion???
(just another stupidness I wrote — bahasa apa pula ini?– )
haha.. kita mulai lagi segala ke gejean diriku saat ini..
first of all..
I want to write something very abstract inside..
so for everyone who read it, I wanna apologize first if there are many disturbing word..
hehe..
here we go..
semakin ga jelas.. semakin ga karuan pikiran ku..
tak habis pikir dan tak bisa aku terima sebenernya..
kalo memang punya tujuan yang sama
kalo memang sama-sama mengharap kemajuan
kalo memang sama-sama pengen memberi yang terbaik
kalo memang pengen membangun ke arah yang lebih baik
kalo memang ini untuk bersama
kalo memang punya harapan yang ga jauh beda
dan kalo memang kalo memang yang lain
kenapa ga jalan bareng bareng?
kenapa ga berusaha bareng-bareng?
kenapa ga di kerjakan bareng-bareng?
kenapa saling menjatuhkan?
kenapa saling mengungguli?
kenapa saling menyakiti?
kenapa saling berkata bahwa “aku yang terbaik”
Posted by ikaluvicecream on February 14, 2011 at 11:20 pm
LAUT TAK BERTEPI – 1 November 2009
ternyata, menjaga hati bukanlah sesuatu yang mudah seperti yang aku bayangkan. aku sombong karena menganggap bahwa aku akan dengan mudah menjaga hati. ternyata aku salah. karena kesombongan itu ternyata semakin membuat aku terpuruk dan terjerumus semakin dalam. tak tau aku harus lari kemana untuk menghindar. berusaha untuk menyakinkan diri bahwa ini tidak benar. bahwa ada yang menggantikan-Nya di hatiku. ingin menyangkal bahwa tak ada yang lain. tapi hati berkata lain. dia terlanjur tenggelam dalam laut yang seharusnya tak aku selami. lalu, bagaimana aku harus kembali? sedangkan tak ada kail nelayan yang tersesat dalam laut ini?karena memang tak ada ikan yang berani berenang disini.
sebuah awal yang melenakan. bermain-main ditepinya. mengikuti arus laut yang begitu tenang. berfikir aku tak akan terbawa arus ini. semakin lama, air terasa semakin sejuk. tak terasa asin yang terbawa dan mengendap dalam laut. dan aku pun semakin jauh masuk ke dalamnya. tak sadar akan apa yang menanti ku disana. hanya tertawa mendengar peringatan burung camar yang melintas. dan ketika kini aku berada di dasar kesombongan ku, aku tersadar. dan bagaimana aku harus kembali? mencari celah yang mungkin dapat aku daki. mencari jalan untuk kembali. namun jejak ku telah terhapus oleh ombak yang membawa ku pergi. haruskah aku tetap disini? berharap ada nelayan rela membuang kailnya dalam laut tak ber-ikan.
Kini ketika aku ingin kembali, camar-camar itu pun meninggalkan ku dalam keterpurukan. menertawakan aku yang tertinggal pada laut yang ta lagi memiliki tepi untuk ku kembali.
Posted by ikaluvicecream on February 14, 2011 at 11:24 pm
MY MESSAGE 4 you – 2 November 2009
Sebenernya, udah dari kemaren-kemaren aku mau ngomong ini. Tapi aku belum nemuin kata-kata yang tepat buat ngegambarin perasaan aku sekarang. Dan sekarang, aku baru aja nemuin, kata yang pas buat itu. Aku nggak mau nyakitin kamu. Aku nggak ada maksud gantungin harapan kamu. Tapi aku harus ngomong ini. Aku takut nyakitin kamu, tapi aku lebih takut buat DIA marah sama aku. Aku ngerasa selama ini, aku jauh dari DIA. Dan DIA pasti marah sama aku, cuz kita udah “kelewatan”. Sekarang aku pengen nebus kesalahanku ke DIA. Aku pengen selalu dekat ke DIA. Aku seneng pas sama kamu. Tapi rasa seneng itu ngebuat aku gelisah, takut, was-was, dan merasa selalu dilihat dengan tatapan menyalahkan dari orang-orang. Aku seneng sama perhatian kamu, tapi perhatian kamu ngebuat aku lupa sama perhatian DIA yang begitu besar. Aku seneng kamu nglindungin aku, tapi ternyata DIA lebih-lebih nglindungin aku. Bahkan mungkin, kamu nggak sadar kalo DIA nglindungin kamu juga, perhatian ke kamu juga.
Sungguh, aku nggak pengen buat kamu sakit. Tapi jalan kita ini salah. Dan semua yang pernah terjadi sama kita juga salah. Kamu udah baik banget sama aku, kamu udah ngasih banyak banget ke aku, sayangmu, perhatianmu, dan semuanya. Padahal aku nggak ngasih apa-apa ke kamu. Tapi kamu belum bisa “jaga” aku. Dan ternyata selama ini aku udah mengabaikan “penjagaan-NYA”. Dan aku nyesel untuk itu. Aku banyak ditampar sama DIA, aku banyak dipermalukan sama DIA. Dan sekarang aku sadar, tamparan dan malu yang DIA lakuin ke aku, itu karena DIA “care” sama aku, karena DIA peduli sama aku, karena DIA pengen deket ke aku dengan keadaanku yang hina sekarang. Setelah aku sadar, ternyata banyak hal yang aku lakuin begitu rendah selama ini. Aku ingin mendekat pada-NYA sejengkal, karena DIA akan mendekat ke aku sedepa. Aku ingin mendekat pada-NYA dengan berjalan, karena DIA akan mendekat padaku dengan berlari. Kamu tau, DIA sangat-sangat-sangat sayang sama aku. Begitu pula sama kamu.
Aku nggak mau jadi “berhala” yang ngegantiin posisi DIA di hati kamu. Dan aku juga nggak mau kamu jadi “berhala” yang ngegantiin posisi DIA di hati aku.
Posted by ikaluvicecream on February 14, 2011 at 11:25 pm
UNTITLED – 31 Desember 2009
ketika hati berkata tidak
takkan ada yang bisa memaksanya untuk mengiyakan
namun kadang lidah dapat saja menyalahi hati
ketika dia tak ingin orang lain terluka karena hatinya
sekuat apa pun hati ingin mengutarakan apa yang dirasakan
hingga akhirnya…
hati lah yang menanggung segala luka
walaupun lidah tetap saja menyembunyikannya pada tabir
hingga tak ada seorang pun tahu bahwa di dalam sana ada yang terluka dan terpuruk
menangis meratap memohon untuk di dengar
hingga akhirnya dia sadar
hanya satu yang pasti dan akan selalu mendengarkannya
mendengar jeritan nya
mendengar segala keluh dan kesah nya
Dia dan HANYA DIA
TUHAN YANG MAHA MENDENGAR JERITAN HATI HAMBANYA
^^
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
—ika sofiana
—saung IT TELKOM, 31 Desember 2009
Posted by ikaluvicecream on February 14, 2011 at 11:27 pm
19 Desember 2009
aku ingin berlari
hanya untuk meninggalkan semua semu
ketika aku harus terperosok ke jurang kenistaan
mengharap uluran tangan Sang MahaKasih
detik demi detik yang berlalu
bagaikan angin yang melintas
melesat tak terlihat
ketika akhirnya tersadar telah berada di ujung hari
-ika-
Posted by ikaluvicecream on February 14, 2011 at 11:28 pm
17 Mei 2010
ketika hati tak lagi dapat merasa
ketika raga tak lagi mampu berdiri
ketika mata tak lagi mampu mengeluarkan airnya
kepada siapa harus aku bersandar
jika bukan PadaNya??
ketika hati berbunga ceria
ketika raga membusungkan dada
ketika mata mengalirkan airnya karena bahagia
kepada siaoa harus bermanja
jika bukan Pada-Nya??
tapi…
kau lebih memilih bercengkrama dengan sesama makhluk
yang bahkan tidak dapat memberimu kekuatan
barang segengam??
Lantas…
jika suatu ketika nanti
Dia tak lagi percayakan raga ini pada mu
pada siapa kamu akan mengadu??
jika suatu hari nanti
Dia tak lagi mempedulikan mu
pada siapa kamu akan meminta pertolongan??
Posted by ikaluvicecream on February 14, 2011 at 11:30 pm
21 Mei 2010 – Pantaskah aku?
menjadi baik adalah kewajiban bagi setiap orang yang mempunyai hati. aku pun begitu, berusaha untuk selalu menjadi seseorang yang baik dan berguna bagi sekitar. Namun, mungkin apa yang aku lakukan tidak sebaik yang aku pikirkan. Ketika kemudian aku menyaksikan wajah teman-teman ku terlipat karena aku. Ketika kemudian banyak keluh dan kesah yang tertinggal dibelakangku. Jujur aku bukan seseorang yang memiliki inisiatif tinggi. Aku ga akan sadar kalo aku salah sebelum ada yang secara langsung maupun tidak langsung mengingatkan ku. Kata sebagian orang, perempuan lebih sensitif dibandingkan dengan laki-laki. Namun, mungkin aku bukan salah satu dari mereka. Aku bukan perempuan yang sensitif seperti kebanyakan perempuan yang lain. Dan mungkin juga aku ga bisa disebut sebagai sahabat yang baik bagi orang-orang terdekatku. Aku ga tau gimana caranya menjaga mereka. Aku ga tau gimana caranya mengerti perasaan mereka. Aku ga tau caranya menunjukkan bahwa aku sayang mereka. Aku ga tau caranya gimana aku harus menghibur mereka ketika mereka sedih. Aku ga tau gimana caranya ikut merasakan kebahagiaan atau kesedihan yang mereka rasakan. Aku ga bisa memahami mereka. Semakin lama aku bersama mereka, semakin banyak luka yang aku tinggalkan di hati mereka. Aku sendiri ga ngerti sebenernya aku siapa.
Aku pengen ngeliat temen-temen ku, sahabat-sahabat ku selalu nyaman kalau aku ada. Aku pengen ngerti dan memahami perasaan mereka. Aku pengen merasakan apa yang mereka rasakan. Aku pengen menjadi tempat bersandar saat mereka membutuhkan bahu untuk bersandar. Aku pengen menghapus air mata dan mengobati luka hati mereka ketika mereka sedih. Tapi, justru… Aku yang lebih banyak menyakiti hati mereka. T.T
Lantas, apa pantas aku disebut sebagai sahabat?????
ketika apa yang aku lakukan membuat yang lain terluka??
Lantas, apa pantas aku disebut sebagai sahabat????
ketika aku bahkan tidak mengenal mereka lebih baik dari pada orang yang mungkin tidak lebih dekat??
kadang aku merasa aku tidak berguna. tema macam apa yang tega membiarkan sahabatnya terluka? bahkan untuk orang-orang terdekatku saja aku tidak memberikan manfaat. ada atau tidak aku di dunia ini tidak akan terlalu berpengaruh. aku ingin menjadi orang yang berguna bagi sekitarku. aku ingin menjadi orang yang -paling ngga- berguna bagi diriku sendiri. bahkan aku tidak berguna bagi diriku. aku tidak bisa menjaga diriku sendiri. aku seolah menyia-nyiakan apa yang aku punya. jasad ku, jiwaku, pikiran ku, tenaga ku, waktu ku… terserak sia-sia. bagaimana aku harus bertanggung jawab kelak??
Posted by ikaluvicecream on February 14, 2011 at 11:34 pm
30 September 2010- aku hari ini
Ya Rabb..
aku pengen nangis euy..
aku ga tau apa yang aku rasain..
aku pengen ngilang aja.
semakin lama bukannya semakin bener
aku malah semakin ga bener..
aku malu Ya Rabb..
ga ngerti mesti ngomong ke siapa selain sama Engkau..
Ya Rabb..
orang bisa berubah kan?
tapi ko aku susah banget berubah ya??
Engkau ga nutup mata hati ku kan??
Engkau masih sayang sama aku kan??
Ya Rabb..
apakah ini bagian dari ujian mu??
ko aku ga lulus” tapi ya???
kadang” aku pengen berenti dari semua ini Ya Rabb..
dari jalan ini..
tapi apa yang aku bisa buat kalo gitu??
aku bahkan ga bisa menyampaikan kalam Mu..
aku tu pengen jalan bareng yang lain..
tapi kadang aku mikir., ko cuma aku yang kaya gini ya??
Maaf kalo saya suudzon Ya Rabb..
tapi aku ngerasa ga ada yang ngedukung aku.
aku suka suudzon juga ma diriku sendiri..
Ya Rabb..
aku tau ini salah ku..
aku tau banget aku ga seharus nya begini..
tapi aku selalu kalah sama keadaan.
aku selalu kalah sama ujian Mu Ya Rabb..
apa aku bisa berubah Ya Rabb???
atau mungkin karena aku ga sungguh”??
Ya Rabb..
apa pintu ampunan Mu masih terbuka untuk ku??
tidak seharusnya aku memulai sesuatu yang tidak bisa aku akhiri..
Ya Rabb.. aku pengen kembali..
aku pengen kembali..
T.T
apa memang aku harus sendiri?
aku rasa otak ku semakin tumpul..
aku jadi mikir,, apa aku pantas dengan amanah ini Ya Rabb??
aku tau Engkau tau apa yang aku pikirkan Ya Rabb.
aku hanya ga tau gimana cara aku berkomunikasi dengan baik
dengan Mu..
aku hanya ga tau gimana cara berdoa kepada Mu..
aku tau Engkau dekat dengan ku,..
bahkan lebih dekat dari urat nadiku..
tapi aku belum bisa merasakan Mu
Ya Rabb..
maaf kan aku..
ampuni aku..
apa yang harus aku lakukan setelah ini Ya Rabb??
aku kehilangan diriku..
T.T
#ni lagi futur banget pas itu.. hehe
Posted by ikaluvicecream on February 14, 2011 at 11:37 pm
1 Desember 2010
kadang aku ga ngerti sama jalan pikir temen-temen ku
aneh aja gitu
ya mungkin karena belum paham kali ya
tapi kan,, sebenernya siapa juga tahu
apa lagi udah segini gedhe kan ya
dan yang jelas pasti juga pernah dikasi tau
minimal ngedenger
yang bikin aku tambah ga ngerti
kadang beliau nya tau kalo itu salah
tapi dengan segala alasan dan pembenaran
dia tetep aja ngelakuin sesuatu yang harusnya dia tau itu salah
aku ngomong -ups.. nulis- gini bukan berati aku juga udah bener
tapi paling ga aku berusaha buat meredam keinginan untuk berbuat salah
apalagi sesuatu yang udah ketauan kalo itu salah
#kalobelum tau kan wajar ya
ya walaupun perbuatan kecil
tapi bukankah justru yang kecil dan sering kita sepelekan tersebut yang nantinya akan menjatuhkan kita sejatuh-jatuhnya?
terlalu hipokrit kah aku??
entahlah.. mungkin memang begitu..
tapi kan, kalo gitu dibilang hipokrit,
kapan mau berubahnya kan ya?
sebenernya yang penting usaha nya aja dulu
masalah hasil belakangan.. begitu bukan???
tapi ga berarti juga usaha melulu tapi ga ada konkretisasi nya..
-opoo meneh kuwi??-
gimana ngingetinnya aku juga bingung
kenapa??
karena aku ga tau caranya.. hehehe.. -ga jelas-
ya gitu deh..
jadi gimana????????????
any suggestion???
(just another stupidness I wrote — bahasa apa pula ini?– )
Posted by ikaluvicecream on February 14, 2011 at 11:38 pm
1 desember 2010- kalo memang kenapa
haha.. kita mulai lagi segala ke gejean diriku saat ini..
first of all..
I want to write something very abstract inside..
so for everyone who read it, I wanna apologize first if there are many disturbing word..
hehe..
here we go..
semakin ga jelas.. semakin ga karuan pikiran ku..
tak habis pikir dan tak bisa aku terima sebenernya..
kalo memang punya tujuan yang sama
kalo memang sama-sama mengharap kemajuan
kalo memang sama-sama pengen memberi yang terbaik
kalo memang pengen membangun ke arah yang lebih baik
kalo memang ini untuk bersama
kalo memang punya harapan yang ga jauh beda
dan kalo memang kalo memang yang lain
kenapa ga jalan bareng bareng?
kenapa ga berusaha bareng-bareng?
kenapa ga di kerjakan bareng-bareng?
kenapa saling menjatuhkan?
kenapa saling mengungguli?
kenapa saling menyakiti?
kenapa saling berkata bahwa “aku yang terbaik”
ayolahh.. bisa ga si kita jalan bareng-bareng