Assalamu’alaykum wr wb.. minna saann..
yak.. lagi lagi tentang prasangka.. lagi lagi berprasangka..

Sahih InternationalO you who have believed, avoid much [negative] assumption. Indeed, some assumption is sin. And do not spy or backbite each other. Would one of you like to eat the flesh of his brother when dead? You would detest it. And fear Allah ; indeed, Allah is Accepting of repentance and Merciful.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang
hmmm… kembali tertampar.. Pagi tadi saya ndengerin MQ FM, pas banget acaranya manajemen qalbu, yang ngisi nya aa Gym… Materinya tentang Q.S. Al Hujurat : 12 diatas.. langsung berasa tamparannya… pas banget sama kondisi saya saat ini,..
“kalo orang itu orang beriman, maka berbaik sangka lah padanya,” kata aa Gym..
yah… saya tau, dia saudari saya, saudari seiman saya, jadi tidak pantas jika saya berburuk sangka padanya. Ditambah lagi saya tau, kesalahan ada pada saya. Jadi seharusnya tidak diperburuk dengan prasangka-prasangka saya yang tidak baik. Apalagi mencari-cari kesalahannya. Saya tau, saya berada di pihak yang salah. Tapi saya selalu mencari pembenaran dengan berburuk sangka pada nya. Ya Rabb,, ampuni hamba..
pun,, prasangka itu tidak selalu benar. Bukan kah lebih baik kita tabayun jika tidak yakin? Langsung tanyakan kepada yang bersangkutan. Minta konfirmasi tentang kebenarannya. Jangan-jangan prasangka kita lah yang membuat semuanya menjadi kacau.
Masih kata aa Gym, prasangka hanya membuat kita capek sendiri, selalu curiga dengan kebaikan orang lain, tidak percaya dan meragukan ketulusan bantuan orang lain, bahkan mungkin menimbulkan sikap-sikap yang menyakiti hati orang lain. Bahkan orang yang seharusnya menjadi orang terdekat kita. Teringat tadi sempat diceritakan dalam ceramah aa Gym tentang kisah sebuah keluarga. Seorang ibu dengan beberapa orang anak. Suaminya sudah meninggal. Ibu ini sangat-sangat cintanya kepada harta dan dunia. Tapi, ibu ini selalu berprasangka buruk kepada suaminya. Bahkan kepada anak-anaknya. Beliau selalu berprasangka bahwa keluarganya menginginkan segera kematiannya. Karena mereka ingin memiliki harta yang dimilikinya. Sungguh, suasana keluarga yang sedemikian tidak dapat saya bayangkan. Betapa prasangka dapat saja menghancurkan.
hmmm… bukan berarti saya tidak berprasangka. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Saat ini saya sedang banyak berprasangka. Astaghfirullah.. dan karena itu saya tidak dapat berkonsentrasi dalam ujian saya. Saya juga tidak bisa berkonsentrasi dalam tugas yang sedang saya kerjakan.. Untuk itu, sembari mengingatkan teman-teman dan saya sendiri untuk menata hati agar tidak berprasangka terhadap orang lain.
Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dari prasangka. Aamiin..
semoga bermanfaat. Wallahu a’lam..
wassalamu’alaykum wr wb..